ALUR HIDUP

2601 Kata

Munik mendengus keras. “Bawa mamimu!” titah Yudi pada Arani. “Terserah mau kamu ajak ke mana. Dia ke sini bukan buat melihat putrinya.” “Belain aja terus tuh anak kamu!” sulut Munik. Helia diam saja. Untunglah Théologie tak sedang di jam sibuk, hanya ada beberapa meja yang terisi. “Ayo, Mi. Kita shopping aja yuk, Mi,” ajak Arani. Munik menghela napas panjang. “Helia, setidaknya kamu harus ingat... kalau bukan karena Gavin, kamu ngga mungkin bisa dirawat di Versailles sebaik itu.” Kalimat itu menusuk, dan entah kenapa, ia tak pernah bisa percaya jika Gavin sepeduli itu sampai mengatur pengobatan untuknya. “Saya yang bayar pengobatan putri saya!” sentak Yudi. Jelas ia tersinggung dengan opini Munik barusan. “Ya tapi kan Gavin yang minta Helia ditangani dokter terbaik, Mas!” “Memang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN