KARMA

2558 Kata

Rumah Anggara dan Anggita kian ramai sekitar tengah hari; ada tawa di deck, suara piring beradu di dapur, dan obrolan yang menumpuk dari berbagai arah. Mereka yang tinggal di luar Bandung pun akhirnya tiba. Eldra dan Sofi muncul paling dulu, membawa bayi mereka yang kian lucu. Andara dan Eza datang setelahnya bersama Irgi dan April. Membuat Anggita membatalkan titipan kopi ke Helia. Ia masih harus mengingat nama per orang. Namun, semua memperlakukannya hangat seolah Helia sudah lama jadi bagian dari keluarga itu. Ia sempat berdiri di ambang ruang tamu dan tengah, memandang keramaian dengan perasaan yang sulit jelaskan. Jika sebelumnya ia sering merasa bahwa keramaian terbaca sebagai potensi gangguan. Di sini, keramaian justru terasa seperti pelindung. Bintang mengecup singkat pelipisny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN