BERPINDAH TANGAN

1665 Kata

“Sebentar lagi saya sampai, ini sudah di depan kompleks perkantorannya.” “Baik, Pak. Kami tunggu.” Pagi itu Jakarta terasa sedikit lebih bersahabat dari biasanya. Tak ada simpul yang nyaris mati di beberapa titik kepadatan lalu lintas. Langit biru ditemani banyak awan hingga terik mentari teredam sebelum menyentuh bumi. Dan udara tak sehangat beberapa hari belakangan. Sedan yang membawa Bintang memasuki halaman gedung tempat penandatanganan perjanjian akan berlangsung. Fasad bangunan kantor Meridian Investment Group tampak unik di tengah kawasan bisnis. Renan sudah menunggu di teras lobi. Begitu melihat Bintang turun dari mobil, ia mendekat dan menyambutnya dengan anggukan kecil. Bintang mengulurkan tangannya. “Pagi, Pak,” sapa Renan lebih dulu. “Pagi, Pak Renan,” balas Bintang. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN