“Sepatu yang dipakai pas playdate bareng Safa cocok nih sama dress-nya Nadia.” Helia mengerutkan kening, sementara Bintang beranjak ke rak sepatu bayinya. “Kok ngga ada ya,” gumam Bintang kemudian. “Memangnya sepatu yang kayak apa?” balas Helia. “Aa tuh hafal warna, tapi suka nyasar konsep.” Bintang agak bingung dengan maksud kalimat istrinya. Ia menoleh ke Nadia yang tengah sibuk memainkan anting kecil di telinga ayahnya. Model yang sama dengan yang digunakan Nadia dan Helia. “Mana ya sepatu anak Ayah?” Nadia menatapnya. “Ata!” “Sepatu Nadia.” Bayi itu mengoceh abstrak. “Kayak apa modelnya, A?” tanya Helia lagi. “Yang putih, ada garis kuningnya,” jawab Bintang. Helia menghela napas frustrasi. “Tuh, bener kan! Itu bukan sepatu, A. Tapi kaus kaki.” Bintang terdiam. Nadia sudah s

