PS: Gengs, mungkin bakalan bingung baca bab ini. Kronologi aku jelasin di author notes ya. Terima kasih. *** “Ayo, Lina! Geura atuh iiih! Lama deh kamu tuh!” omel Eira. Élina justru berdiri di samping meja makan, mengulurkan tangan untuk mengambil stroberi yang jauh dari jangkauannya. “Iiih!” Ia ikut mengomel. Cantika menahan tawa. “Yang lagi lama siapa sih ini?” “Élina tuh, Ateu!” sahut Eira. “Sepatunya pake! Kita mau ke rumah sakit lihat Emak, Abah, sama Reon!” Élina menoleh. “Leoooon,” ucapnya dengan pelafalan yang belum jelas, lalu kembali fokus ke stroberi. “Ih kamu mah, bukan makan dulu!” Eira mengambil satu stroberi dan menyerahkannya ke adiknya. “Nih! Satu aja! Sepatunya mana?” “Ebeli,” sahut Élina. “Mana patu?” Ia lalu mengulurkan tangannya ke atas meja lagi. “Lagi.” Eira

