KEPUTUSAN

2148 Kata

Hening. Para direksi yang mengisi ruang rapat utama Alpha Canis Majoris pagi itu nyaris tak saling berdialog. Bukan karena mereka kekurangan bahan diskusi. Justru sebaliknya. Selama hampir tiga minggu terakhir, mereka telah menelaah begitu banyak laporan hingga rasanya setiap angka dari Laksmana Parfum sudah terpatri di kepala masing-masing. Laporan keuangan. Kontrak distribusi. Utang bank. Nilai merek. Hasil inspeksi pabrik. Potensi gugatan hukum. Semua sudah dibedah. Dan itu cukup membuat kepala mereka penuh hingga tenang adalah hal terbaik yang bisa mereka resapi saat ini. Hanya tinggal satu hal yang belum muncul di ruangan itu. Sebuah keputusan. Di ujung meja panjang, kursi Bintang masih kosong. Renan terpaku ke layar presentasi. Slide terakhir dari laporan uji tuntas m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN