“Deal,” ulang Helia, masih bersandar di bahu Bintang. “Tapi hari ini aku mau lihat banyak warna.” “Warna apa?” tanya Bintang. “Bangunan-bangunan tua yang dicat pastel. Lukisan-lukisan di dinding. Yang Pinterest-able. Ada kan, A?” jawab Helia pelan, matanya berbinar. Bintang mengangguk. “Cocok, kita ke Altstadt.” “Kita langsung jalan aja, ya? Atau Teteh mau balik ke kamar dulu?” tanya Hana. “Ngga ada yang mau Ia ambil lagi sih, Bund,” jawab Helia. “A Bintang?” “Aman, Bund. Memang sudah ready semisal mau langsung jalan,” tanggap Bintang. “Nanti kita foto di Kapellbrücke,” timpal Edo. “Itu jembatan ikonik kota Lucerne, kan Yah?” tanya Helia. “Iya. Jembatan kayu tertua di Eropa yang masih berdiri sampai sekarang,” jawab Edo. “Di bawah atapnya ada panel-panel lukisan segitiga. Jadi ka

