KEBOHONGAN

2268 Kata

“Bangun, Madame. Zetta Lovy! Lima belas menit.” Suara itu terdengar dari balik pintu, datar, bukan dengan nada ramah. Zetta membuka mata perlahan. Ia bahkan tak bisa tidur dengan nyenyak semalam. Tatapannya tertuju ke jam yang melingkar di pergelangan tangannya, pukul 06.20. Lampu kamar masih menyala sejak semalam. Perlahan ia duduk, telapak tangannya mencengkeram tepi kasur. Ia bernapas dalam, menghela pelan. Napas dan kepalanya sungguh terasa berat. Zetta masuk ke kamar mandi, membersihkan diri secepatnya. Ia tak ingin menciptakan masalah baru dengan membuat seorang pengacara lokal menunggu lebih dari seperempat jam. Tepat di menit ke lima belas, pintu Zetta buka. Laurent berdiri di depannya, bersandar ke dinding lorong. Pria itu mengenakan jas abu-abu gelap, sepatu mengilap, surai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN