KENANGAN UTUH

1529 Kata

Pagi datang dengan tenang. Suara alarm dalam volume dering rendah menyapa pendengarannya. Udara di unit Helia terasa lebih hangat dibandingkan malam-malam sebelumnya. Namun bukan karena suhu berubah drastis, melainkan karena ada tubuh lain yang pulas seraya merengkuhnya. Helia terbangun, meski matanya masih memejam. Ia tak langsung membuka mata. Ia diam lebih dulu, memanggil kesadaran. Pendingin ruangan masih berdengung rendah. Ada bunyi kendaraan jauh di luar. Tak ada suara rem. Tak ada dentuman. Tak ada teriakan. Tangannya terasa berat, namun hangat. Ada tekanan ringan di sana—bukan dari selimut, melainkan dari jemari lain yang menggenggamnya. Ia membuka mata perlahan. Mendapati wajah tenang nan tampan itu tidur begitu damai. Di sampingnya. Napasnya dalam dan teratur. Helia terdia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN