SCHIPHOL

2114 Kata

“Dingin,” gumam Helia saat mereka melangkah keluar dari pesawat. Bintang menoleh, merangul Helia seraya mengusap-usap lengan istrinya. Schiphol di akhir Desember. Ramai namun tak semrawut. Helia menyapukan pandangan, mendapati orang-orang yang kebanyakan mengenakan coat tebal, scarf, dan membawa koper besar. “Winter travel,” ujarnya lagi. “Hmm,” balas Bintang sambil mengangguk. “Kita juga.” “Aneh kita tuh. Eh, Aa sih yang aneh.” “Apanya?” “Ya aneh aja, karena memenuhi panggilan untuk pemeriksaan kasus malah disatuin sama honeymoon,” jawab Helia. “Kalau kurang romantis, aku ngga keberatan kok ada honeymoon jilid dua, tiga, empat—“ Helia terkekeh. “Satu aja belum dimulai, A.” “Ya kan kamu lagi haid, sayang.” “Emangnya ngga boleh honeymoon pas lagi menstruasi.” “Ya ngga boleh! Jud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN