PUTUSAN

2003 Kata

“Jangan lupa ini dibawa, A.” Helia menyodorkan dua shopping bag hijau berlogo Théologie ke arah suaminya. Wajahnya tampak segar siang itu meski riasan tipisnya nyaris tak tersisa. Ia lalu menguncir ulang rambutnya dan menepis sisa serbuk teh yang menempel di apronnya. “Isinya apa aja, sayang?” tanya Bintang sambil mengintip ke dalam tas, berusaha membaca stiker detail produk yang ditempelkan di setiap cup. “Ada teh bunga dan teh buah aja. Beda-beda variannya, tapi dijamin enak. Sama jelly dan kukis,” jelas Helia. “Papi Ian kepingin spageti, sayang. Lupa ngga?” “Ngga, A. Ada juga kok.” “Wiiih, lengkap banget!” gumam Bintang. “Iya dong. Nonton sidang orang mau dihukum berat, setidaknya mulut, tenggorokan, dan perut tetap nyaman. Kalau kata Bunda, masalah boleh datang dan pergi, tapi m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN