HARAPAN SELANJUTNYA

1555 Kata

“Kok lo di sini?” tanya Rory. Bintang menunjuk singkat ke langit. Rory terkekeh. “Halo Bulan,” gumamnya. “Hmm. Lagi bagus banget.” “Atau langit Jakarta yang lagi lumayan bersih?” “Maybe,” sahut Bintang. “Kok maneh ke sini?” “Pertanyaan gue yang tadi belum dijawab,” balas Rory. “Oh. Mau lihat Halo Bulan. Tiap November biasanya muncul kan.” Rory berdiri balik pagar rooftop bangunan itu. Berada di lantai ketiga ruko, tepat di atas sebuah ruangan yang dijadikan kantor administrasi sebuah perusahaan kecil. “Lo suka banget astrologi, ya?” tanyanya. Bintang mendengus. “Astronomi, woy. Beda jauh.” Rory tergelak. “Salah ya? Kirain sama aja.” “Ngaco maneh! Astronomi—ilmu perbintangan, astrologi—perzodiakkan.” “Ngga demen gue. Suka bikin baper.” “Ngga nanya urang juga.” Mereka berdua te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN