SATU DEMI SATU

2333 Kata

“Papi bukannya nunggu hasil investor meeting hari ini?” tanya Helia saat mendapati ayahnya keluar dari kamar dengan penampilan rapi. Munik, Arani, dan Fabian tiba di Jakarta sejak kemarin sore. Mereka beserta Yudi dan Helia memilih tinggal di sebuah unit sewaan selama puncak konflik dengan Gavin. Bukan karena takut Gavin akan membayar orang untuk melukai mereka—meski kemungkinan itu tak sepenuhnya bisa diabaikan—melainkan agar bisa saling mendukung dalam situasi yang sama-sama berat dan tak nyaman bagi siapa pun. “Papi juga butuh pengalihan pikiran, Ya,” jawab Yudi. “Kalau duduk di unit, meski sambil buka laptop, tetap aja ngga akan tenang.” “Yang ikut jadinya siapa aja, Pi?” tanya Helia lagi. “Nambah Papi aja. Mami biar ditemani Kakak dan Mas-mu.” Helia tergelak. “Cepat amat, tau-tau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN