PULANG-PERGI

1629 Kata

6-Januari Dua unit SUV membelah keheningan Paris, melaju menuju Versailles. Mereka berangkat tepat pukul 08:15 dari kediaman Gyan di Montmartre. Langit masih gelap. Salju turun tipis, tak sampai mengganggu lalu lintas, namun cukup untuk membuat para pengemudi berhati-hati akan jebakan lapisan es tipis. Helia duduk di kursi belakang, di sisi jendela. Mantel winter menutup tubuhnya hingga dagu. Tangannya memeluk bantal stroberi yang Aya—putri bungsu Gyan—berikan sebelum mereka bertolak tadi. Ia hanya sesekali melirik ke luar jendela, titik pandangnya lebih sering jatuh lurus ke depan, sementara otaknya sibuk memikirkan waktu tempuh dan ruang dingin yang akan ia masuki nanti. Bintang duduk di balik kemudi. Fabian ada di sampingnya, menatap jalanan dengan ekspresi datar. Tak ada percakapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN