Menjelang siang konten framing itu sudah muncul di tiga platform berbeda. Video yang sama. Sudut yang sama. Bahkan urutan adegannya pun mirip—seolah disebarkan dari satu sumber, lalu dilepas ke banyak tangan. Tidak ada satu pun yang bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Helia berdiri di balik konter, menyerahkan segelas floral tea untuk seorang pelanggan tetap. Perempuan itu tersenyum, masih menyebut namanya dengan ramah. “Kak Helia, semangat!” ujar pelanggan itu sambil tersenyum. Sungguh ucapan yang tak terduga. Helia mengangguk. “Makasih, Kak. Kakak juga semangat.” Ia membalas senyum itu, meski sempat merasa bersalah karena seolah sedang menipu orang lain dengan ketenangannya. Seolah diamnya hanyalah sandiwara. Begitu pelanggan itu pergi, Millie mendekat. “Kak, aku lihat,” bisikny

