‘Ting!’ “Alhamdulillah,” ucap Bintang. Lift berhenti di lantai dua belas. Tempat sebuah unit dengan tiga kamar yang baru Bintang dan Heia tempati dua bulan belakangan. Unit mereka yang lama kembali ke fungsi awal, sebagai tempat singgah untuk The Wisesa’s saat memiliki tugas atau hajat ke Jakarta. Helia menghela napas panjang, berhubung di balik pintu besi yang tengah terbuka babak baru kehidupannya benar-benar dimulai. Bunyi bel tadi seolah menarik kesadarannya kembali akan perannya yang bertambah kini. Seorang security menahan pintu. Edo melangkah keluar lebih dulu sambil mendorong stroller Nadia. Dilanjut Hana yang merangkul Helia. Baru kemudian Bintang dengan genggaman penuh; satu tangannya menopang car seat, tangan lainnya mendorong koper yang isinya nyaris tak terpakai kecuali ba

