Esok malamnya, Bintang dan Helia tak lagi di Surabaya, mereka kembali ke Jakarta dan duduk melingkar di unit Bintang bersama Bisma dan Eldra. Sesuai prediksi, begitu nilai saham Laksmana Parfum bergeser sedikit turun, Gavin sibuk di kandangnya sendiri. Terlebih penurunan itu sudah berjalan dua hari. Tak besar, namun cukup untuk memancing rapat internal beruntun dan panggilan-panggilan darurat dari jajaran pemegang saham. Manajemen Laksmana mulai defensif. Fokus Gavin terpecah. Dan itu persis yang mereka butuhkan. Bintang dan Helia tak datang sendiri. Yudi ikut bersama mereka. Ayah Helia itu diminta Dirga menyiapkan satu hal untuk rapat investor besok pagi, yaitu data mentah Janitra. Bukan laporan yang hanya indah untuk ditampilkan. Bukan presentasi penuh jargon. Melainkan angka apa ada

