BERLARI

1522 Kata

Gavin duduk di kursi belakang mobilnya, jas masih rapi, dasi mengendur, ponsel tak lepas dari genggaman. Di depannya, layar head unit menyala menampilkan peta kota dengan satu titik berkedip merah. Tak presisi, namun cukup untuk mempersempit area perburuan. “Lokasinya sempat terdeteksi. Tapi setelah telpon putus, nomornya tidak aktif lagi sampai sekarang.” Suara seseorang di ujung panggilan, terdengar melalui earphone Datar. Profesional. Tanpa basa-basi. “Seberapa akurat?” tanya Gavin. “Radius satu kilometer.” Gavin mendengus pelan. Ia masih tak paham mengapa Zetta sedemikian cerobohnya. “Apa masih bisa dipersempit?” ujar Gavin lagi. “Saya tidak mau terlalu banyak menghabiskan waktu mencarinya.” “Saya sudah cek aktivitasnya di internet, terakhir saat dia mengunggah story beberapa har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN