“Aftertaste-nya malah jadi awet banget,” gumamnya. “Nggak nyaman, ya Kak?” timpal Millie. Helia mengangguk. “Yang sebelum ini lebih clean, Kak. Better sih menurutku.” “Iya. Pakai gramasi yang tadi aja.” Pagi itu Théologie belum terlalu ramai. Waktu tenang di antara morning tea time para staf korporat sebelum memulai jam kerjanya dan istirahat siang. Sinar matahari menyorot masuk menembus jendela besar, memantul di permukaan meja-meja kayu yang sudah tertata rapi sejak satu jam yang lalu. Notifikasi layar order tak berdenting susul-menyusul seperti tadi. Mesin espresso mendengung pelan, air panas sesekali mengalir, letupan cairan mendidih bagai alunan musik lembut, sementara aroma seduhan teh dan kopi memenuhi ruang. Helia berdiri di balik bar, sibuk mencicip satu batch baru. Di s

