“Pak, jam sepuluh ada—” ujar sekretarisnya begitu melihat Bintang keluar dari kamarnya. Ia sudah rapi dengan casual office outfit yang melekat di tubuhnya; navy pants, t-shirt putih, dan blazer linen light grey, sementara tangan kanannya menenteng sepasang sneakers. “Saya mau ke Étoile sebentar,” potong Bintang. “End of week meeting sama ACM mundurin ke sore aja. Saya belum terima latest market response report dari sales and marketing.” “Baik, Pak.” Bintang mengangguk. “Ayo, Ren. Kita cari gara-gara.” Ren terkekeh. “Tim Étoile beneran ngga perlu dikasih tau?” “Ngga usah. Urang justru datang dadakan karena kepingin ngelihat suasana kerja yang real di sana.” “Let’s go then.” Ya, semalam Bintang tiba di Surabaya. Dan pagi ini, ia enggan memberi tau kedatangannya. Tak berniat memberi br

