Keraguan yang Membutakan.

1047 Kata

​"Aku mengerti," kata Aya, suaranya kembali dingin. "Aku akan tetap di sini sampai kamu benar-benar mengerti arti sebuah prioritas yang sebenarnya, Tama. Dan sampai kamu mengerti bahwa wanita yang tulus mencintaimu, bukanlah beban, melainkan benteng pertahananmu." ​Aya mengakhiri panggilan itu. Tama berdiri sendiri, ponsel di tangannya terasa berat. Ia telah berhasil mengusir Aya sekali lagi, kali ini dengan kata-kata yang menghancurkan. Keraguan telah berubah menjadi pembenaran diri, dan kini ia sepenuhnya siap untuk mengambil jalan yang ditawarkan Maharani. Ia yakin, kebahagiaan dan masa depannya terletak pada pelukan kesuksesan finansial, bukan pada kehangatan cinta yang penuh perjuangan. *** Setelah pertengkaran terakhir yang diakhiri dengan pengakuan terselubung Tama bahwa Aya adal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN