Mertua dan Ipar Semakin Memuja Pelakor

1065 Kata

Ajeng (di i********:): Bersama putri yang sangat mandiri, Maharani. Wanita sukses tahu cara menghargai orang tua. Semoga selalu bahagia dan tidak pernah mengalami kesulitan seperti 'orang lain'. ​Setiap posting-an itu terasa seperti palu godam bagi Aya, meskipun ia sudah berada di rumah orang tuanya. Galih dan Sarah, orang tua Aya, mulai menyadari konflik ini karena mereka melihat sendiri unggahan Ajeng dan wajah Aya yang semakin murung. ​Sementara itu, Maharani, yang kini sudah tahu konflik antara Ajeng dan Aya, bersikap sangat halus dan cerdas. Ia sering menghubungi Tama, berpura-pura memberikan dukungan. ​“Tama, aku tahu kamu sedang ada masalah. Tante Ajeng cerita sedikit. Ingat, kamu itu pria pintar dan ambisius. Jangan biarkan masalah pribadi menghalangi kariermu. Kalau ada proyek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN