Bab 75.

1258 Kata

Arda POV “Mih, biar Arda bantuin.” “Nggak usah, nanti malah pecah semua. Lupa? Dulu kamu potong pisang kepok yang mau dikukus. Sudah sana, kamu keluar saja.” Astaga, mamih masih ingat saja soal pisang kepok. Padahal sudah kuganti dengan banyak pisang kepok. Harapanku, mamih melupakan kesalahanku, namun nyatanya tidak. Mungkin mamih malah tidak mengingat berapa banyak pisang kepok yang sudah kubeli untuknya. Kutatap mamih yang sedang mencuci alat makan kami tadi. Jangan marah, Arda. Sabar. Aku mengingatkan diriku sendiri. Kuatur tarikan napasku pelan. “Mamih nggak tahu saja kalau sekarang menantumu ini sudah bisa ngerjain kerjaan rumah. Nyapu, ngepel, cuci piring, semua bisa. Anak Mamih yang ngajarin,” kataku memberitahu mamih. “Jadi, Mamih nggak perlu khawatir piring sama gelasnya p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN