Bab 55. Dipaksa Bertunangan

1868 Kata

Tifa POV Aku senang akhirnya waktu satu bulan itu hampir berakhir. Kalau hitunganku tidak meleset, dua hari lagi waktuku memberi papih jawaban. Lanjut menikah atau tidak. Dan tentu saja aku sudah punya jawaban itu. Dari awal sama. Tidak berubah karena hatiku sama sekali tidak berubah. Tidak ada getaran sama sekali saat bersama Topan. “Top–” “Mulai sekarang coba panggil Abang.” Aku langsung menoleh sambil mengernyit. “Enak saja.” “La iya. Masa sama suami nanti manggilnya Top … Top, emangnya suamimu toples? Manggilnya yang mesra. Boleh sayang, bebeb, honey. Ai, apa aja yang romantis gitu loh, Beb.” Aku mendengkus. Kutatap pria yang sedang mengendalikan benda bundar di depannya itu. Kami memang sedang berada di dalam mobil. Mobil mewahnya si Topan lebih tepatnya. Bukan, bukan mobil yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN