Bab 58. Kemunculan Arda

1647 Kata

Tifa POV "Perutku sakit. Sakit sekali, Mih. Aku harus ke toilet dulu." “Nggak usah pura-pura.” Mamih langsung menegakkan punggungku yang sebelumnya melengkung ke depan ketika aku berpura-pura sakit perut. “Ayo,” ujar mamih sambil menarik sebelah tanganku. “Jangan bikin mamih sama papih malu, Tifa. Mamih sudah ingatkan kamu. Satu kali ini saja, kamu nurut.” Aku hanya bisa menatap mamih dengan persaan tidak karuan. Inilah ibuku, yang menghendaki anaknya untuk bertunangan dengan pria pilihannya. Ayunan kakiku berhenti di depan papih dan kedua orang tua Topan. Topan sudah ada bersama mereka. Namun tidak dengan Samudra. Entah dimana adikku itu. Aku tidak punya waktu untuk sekedar mencari keberadaannya. Papih langsung menghela napas begitu tatapan kami bertemu. Aku harap dia tahu apa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN