Bab 57. Pertunangan di Depan Mata

1823 Kata

Tifa POV Berkali-kali kuhentak napasku untuk meluapkan emosi. “Sudah selesai.” Kutatap pantulan wajahku dari dalam cermin di kamar. Sepertinya mamih tidak akan pernah mau berhenti sebelum keinginannya tercapai. Sekalipun itu menyakiti perasaan putrinya sendiri. Entahlah, aku sendiri tidak mengerti kenapa mamih bisa seperti itu. “Sudah selesai belum?" Panjang umur mamih yang langsung muncul saat sedang kupikirkan. Sudah seperti jin saja. Hanya perlu dibatin, langsung datang. Astagfirullah, ampun ya Allah … ampun. Sampai aku menyamakan mamih dengan jin. “Sudah, Bu.” Salah seorang wanita yang baru saja meriasku menjawab. Kugeser bola mata hingga aku bisa melihat mamih dari dalam pantulan cermin. “Syukurlah kalau sudah selesai. Kami mau berangkat sekarang.” Setelah mengatakan kalimat te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN