Tidak Ada Pria Lain, Hanya Suamiku

1284 Kata

Pagi itu Vanila berdiri di depan cermin, merapikan kerudungnya. Perutnya yang mulai membulat terasa hangat di bawah tangannya. Adrian muncul di ambang pintu kamar. “Kamu siap?” “Siap.” “Aku sudah bicara dengan dua orang yang akan mengawal kamu di kampus. Mereka tidak akan ikut masuk, tapi akan ada di sekitar.” Vanila menoleh, tersenyum kecil. “Masih mau segitunya?” “Aku tidak mau ambil risiko. Aku tidak akan tenang kalau kamu di luar tanpa pengawasan.” “Aku ngerti, Mas.” Adrian mengangguk pelan. “Bagus. Kamu tidak perlu berinteraksi dengan mereka kecuali keadaan darurat. Anggap saja mereka tidak ada.” “Baik.” --- Gerbang kampus baru terbuka lebar. Mobil berhenti di depan gedung utama. Adrian turun lebih dulu, lalu membukakan pintu untuk Vanila. Beberapa mahasiswa yang lewat sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN