Bab 195. Diusahakan Sebisanya

1163 Kata

“Siang, Cantika.” Cantika yang sedang berdiri menatap ke luar jendela langsung menoleh. Dirinya keasikan melamun sampai tidak mendengar ada orang yang membuka pintu. Kedua mata Cantika membulat, fokusnya langsung tertuju kepada sang anak. Anak yang hampir dua minggu dia tinggalin. Cantika mendekat dengan mata berkaca-kaca. “Kabar kamu gimana, Can?” tanya Nia. Dari Jullian, pandangan Cantika beralih ke Nia. Wanita mud aitu tersenyum ramah seraya menjawab, “kabarku udah baik-baik aja, Tante.” “Syukur kalau begitu. Hari ini Aksa ‘kan kerja, ya, jadi dia ngga bisa antar Jullian ke sini. Jadi gantinya Tante sama Keysha yang ke sini. Jullian juga kayaknya udah kangen sama kamu, Can.” Benarkah begitu? Walaupun tangannya masih terpasang selang infusan, itu tak membuat Cantika kesusahan untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN