“Mas?” Bara menggeleng pelan menatap istrinya. Dia sudah tahu apa yang mau wanita itu katakan. Bukan apa-apa, Bara hanya tidak mau kalau Keysha merasa tidak nyaman di rumah sendiri. Sekilas dia menoleh ke belakang tepat di mana Keysha berdiri. Tangan pria itu terulur, menarik pergelangan tangan Keysha membawanya berdiri tepat di samping. Tatapan Lisa sangat tidak bersahabat, dan Keysha menyadari itu. Astaga, kalau bisa memilih dia ingin sekali lari dari rumah ini. Oh, ralat. Apakah pantas bangunan ini disebut rumah? kepala Keysha masih merunduk, memperhatikan kedua kakinya yang terpasang sepatu berwarna putih. “Nanti kita bicara, Mah. Sekarang aku mau antar Keysha ke kamar Selvi dulu.” Baru dua langkah Keysha melewati Lisa, tiba-tiba saja lengannya dicekal kuat oleh ibu sambungnya itu.

