Sekitar pukul setengah empat, Keysha terbangun dari tidurnya. Tangan wanita itu meraba sisi sebelahnya, lalu perlahan matanya terbuka. Keysha menoleh, tetapi di samping dia tidak menemukan siapapun. Ya, suaminya tidak ada. Apa suaminya tidak pulang malam ini? Dari rebahan Keysha berubah posisi menjadi duduk. Punggungnya bersandar ke sanggahan kasur. Diambilnya ponsel, lalu Keysha menimang antara menelepon atau tidak. Sejujurnya Keysha tidak sangka kalau suaminya akan tidak pulang. Karena biasanya, dia tetap pulang walaupun larut. Atau … dia kenapa-napa makanya tidak bisa pulang? Karena khawatir, Keysha memutuskan untuk menelepon suaminya. Satu kali percobaan tidak ada respon, namun Keysha tidak menyerah. Dipercobaan ketiga baru panggilan terhubung. Tubuh Keysha menegak. “Hallo, Mas? Mas

