“Mbak Keysha, mbak Keysha. Mas Aksa udah pulang, lagi parkirin mobil.” Seolah tuli, Keysha tidak menanggapi perkataan Ani. Wanita itu masih diam sambil mengaduk-aduk buburnya. Sudah sepuluh menit berlalu, tetapi bubur di mangkuk Keysha masih sangat utuh. Yang berubah hanya bentuknya karena terus diaduk. Melihat majikannya terdiam sambil melamun Ani tidak lagi bersuara. Ini tidak seperti biasanya. Karena biasanya, setiap tahu Aksa pulang, Keysha pasti sangat excited menghampiri. Ani menaruh s**u buatannya di samping mangkuk Keysha, lalu dia pergi kembali ke dapur. Tak berselang lama Aksa datang. Pria itu menghampiri, mencium pipi Keysha. Akan tetapi masih sama seperti tadi, Keysha tak mengeluarkan reaksai apapun. Wanita itu masih menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. Ciuman di

