Terjadi keheningan cukup lama di ruang tamu. Baik Aksa ataupun kedua orang tuanya kompak terdiam. Ketiganya seolah sedang mencerna apa yang baru saja didengar. Fakta itu … memang sangat menyakitkan untik didengar. “Sa? Kamu sadar apa yang baru aja kamu katakan?” Setelah cukup lama terdiam, Nia buka suara. Dengan suara bergetar dia memandangi wajah putranya. Jika ditelisik, wajah Aksa tidak menunjukan adanya kebohongan atau main-main. Aksa menganggukan kepalanya. “Apa yang baru aja aku sampaikan memang fakta. Kurang lebih seminggu yang lalu aku baru tau ini semua. Aku ngga ambil tindakan sebelum mencari kebenaran, Mah, Pah. Dan pada kenyataannya itu semua memang benar.” Seketika kepala Nia sakit. Apa iya Cantika melakukan itu di belakang anaknya? Karena selama ini Nia mengenal Cantika so

