Bab 20. Kangen?

1151 Kata

Hari terus berganti. Sampai detik ini Aksa belum menyampaikan apapun ke orang tuanya. Padahal mereka sudah memburu-burui. Kemarin Aksa sempat bertemu dengan Cantika, dan pada akhirnya wanita itu mengakui kesalahannya. Kecewa? Tentu Aksa sangat kecewa. Pernikahan sudah di depan mata, tetapi ujiannya sangat berat untuk dilalui. Aksa paham setiap manusia tidak ada yang bersih. Tetapi dalam kasus Cantika, tentu dia tidak bisa memaafkan. Sejak awal hubungan Aksa selalu setia, tetapi kesetiaannya dibalas dengan kesakitan. Tapi yang jelas, dari pertama Aksa tahu kalau Cantika hamil, dia dengan cepat menghentikan sementara proses yang sedang berjalan. “Ini hampir rampung, Mas. Yakin mau distop?” Lamunan Aksa buyar. Entahlah, beberapa hari ini dia memang tidak bisa fokus. Tanpa rasa ragu Aksa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN