Bab 22. Aku Lelah, Tuan Lucas

1220 Kata

“Marco.” Suara Lucas terdengar datar tapi tegas, menusuk keheningan setelah keributan di toilet. “Minta rekaman CCTV. Aku mau semua sudut restoran, terutama dekat toilet.” Marco mengangguk cepat, memberi kode lewat radio pada anak buahnya. “Baik, Tuan.” Allysa masih duduk di kursi empuk, wajah pucat, matanya kosong menatap lantai marmer. Tangannya sedikit bergetar, meski ia berusaha menutupinya dengan menggenggam erat tas kecil di pangkuan. Lucas meliriknya sekilas, tatapan dingin yang sulit ditebak. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menyalakan rokok. Namun kali ini dibiarkan mati di ujung jarinya, tak tersentuh bibir. Beberapa menit kemudian, Marco kembali dengan flashdisk kecil di tangannya. “Untung ada CCTV, Tuan. Kamera di dekat wastafel menangkap semuanya.” Lucas meraih benda itu t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN