Di luar mansion, udara siang Istanbul menusuk kulit. Matahari memantul di bodi mobil merah metalik yang menunggu di halaman depan. Marco sudah berdiri tegak di sisi mobil, wajahnya penuh kewaspadaan. Begitu melihat tuannya, ia segera bergegas membukakan pintu belakang untuk Lucas. Lucas melangkah masuk dengan tenang, tatapannya sesekali menoleh pada Allysa. Namun, gadis itu berjalan cepat ke sisi lain, membuka pintu depan tanpa ragu, lalu duduk di kursi sebelah sopir. Sikapnya begitu menantang—seolah ingin mengatakan bahwa ia tidak akan tunduk pada aturan tak tertulis sang mafia. Marco sempat terpaku dengan pintu belakang yang masih terbuka, matanya melirik bingung. Allysa menatap lurus ke depan, tidak peduli. Lucas menghela napas berat, lalu mengangkat tangannya. “Jalan, Marco.” Tanpa

