Bab 20. Jangan Berani Mencoba Kabur, Allysa!

1147 Kata

Udara siang Istanbul di dermaga tercium asin, bercampur aroma ikan segar dan asap kapal yang baru saja merapat. Suara camar bersahut-sahutan di langit, menambah riuh suasana. Namun di sisi dermaga, sebuah restoran megah berdesain klasik Ottoman berdiri gagah, jendelanya besar dengan kaca bening menghadap laut Marmara. Tempat itu bukan sekadar restoran biasa, melainkan titik temu para pengusaha, pejabat, sekaligus tempat rahasia pertemuan mafia. Mobil mewah yang ditumpangi Lucas berhenti tepat di depan pintu masuk restoran. Beberapa pria berbadan besar berpakaian formal segera mendekat, menyambut dengan penuh hormat. Lucas turun lebih dulu. Kacamata hitam menutupi sorot matanya, namun aura dingin dan wibawa memancar jelas. Tangan kirinya menyelipkan rokok, sementara tangan kanannya melamb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN