Bab 41. Bayangan Masa Lalu

1543 Kata

Suara mobil hitam yang baru saja memasuki halaman memecah ketenangan itu. Silla refleks menoleh, sementara Allysa, yang duduk di kursi rotan putih dengan secangkir teh di tangan, ikut menatap ke arah sumber suara. Ia melihat kendaraan itu berhenti tepat di depan pintu utama mansion. Logo keluarga Dermet terukir di bodi belakang mobil—lambang yang tak asing di dunia bawah tanah Istanbul. Lucas berdiri tak jauh darinya, rahangnya mengeras, matanya berubah tajam seperti seseorang yang baru saja melihat hantu dari masa lalu. “Dia datang,” gumamnya pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri. Allysa tahu siapa yang dimaksud. Eleanor. Hatinya mencelos, bukan karena takut, tapi karena lelah. Ia tidak ingin terjebak dalam drama antara pria dan wanita yang bahkan sejak awal bukan bagiann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN