Suara tembakan terus bergema di luar, memecah ketenangan malam. Bau mesiu bercampur aroma asin laut memenuhi udara. Dari kejauhan, kilat sesekali menyambar langit, menyinari siluet rumah pantai yang kini menjadi medan tempur. Lucas menarik tangan Allysa, membawanya menuruni tangga rahasia yang tersembunyi di balik lemari besar di ruang makan. Nafas mereka memburu, langkahnya mantap meski di luar kekacauan terus berlangsung. “Cepat, Allysa. Jangan lepaskan tanganku,” ucap Lucas datar, tapi nada suaranya tak bisa menyembunyikan ketegangan. Allysa menggenggam tangan itu erat, tubuhnya gemetar. “Siapa mereka? Apa yang terjadi?” Suaranya bergetar, hampir tenggelam oleh suara tembakan. Lucas tidak menjawab. Ia hanya mendorong pintu besi tebal di ujung tangga, memasukinya bersama Allysa, lalu

