Bab 50. Rindu Orang Tua

1506 Kata

Sore itu, di rumah pantai. Langit oranye merona, dan cahaya matahari yang meredup jatuh lembut di atas permukaan laut, memantulkan kilau keemasan yang menenangkan. Angin laut berhembus pelan, membawa aroma asin dan suara debur ombak yang berulang lembut di kejauhan. Sudah beberapa hari berlalu sejak Lucas mulai pulih sepenuhnya. Luka di bahunya memang belum sepenuhnya kering, tapi ia sudah mampu berjalan tanpa bantuan. Tubuhnya perlahan kembali bertenaga, meski wajahnya masih memancarkan sisa-sisa kelelahan. Sementara itu, Allysa tampak lebih tenang. Setiap pagi ia menyiapkan sarapan, membaca buku di teras, lalu berjalan menyusuri pantai yang sepi. Ada ketenangan yang sulit dijelaskan—seolah rumah pantai itu menjadi tempat perlindungan bagi keduanya setelah badai panjang. Namun, sore i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN