Bab 71. Api di Ujung Kota Istanbul

1304 Kata

Malam semakin larut. Kabut turun perlahan menelusup di antara lampu jalan Istanbul yang mulai redup. Di kejauhan, menara-menara tua tampak samar di balik kabut, dan di sudut paling pinggir kota — hampir masuk ke daerah lain — sebuah gudang tua berdiri sunyi, menjadi tempat Eleanor menahan amarahnya yang nyaris gila. Ia duduk di kursi kayu reyot, memandangi sisa rokok di jarinya. Wajahnya gelap, rambutnya berantakan. Pikirannya berputar cepat, menimbang satu hal: Lucas tidak boleh tahu bahwa Allysa sudah kabur. Itu akan menghancurkan segalanya. “Kalau Lucas tahu,” gumamnya, menatap kosong ke arah jendela yang pecah sebagian. “Aku kalah ... aku harus menang melawannya.” Tiba-tiba matanya menyala dengan ide kejam. Ia berdiri, menatap anak buahnya yang berjaga di dekat pintu. “Dengar,” uja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN