Cahaya matahari Istanbul menimpa meja mereka yang kini tersisa dessert istimewa — Chocolate Soufflé dengan lelehan cokelat hangat di tengahnya dan taburan gula halus di atasnya. Allysa tersenyum kecil sambil menatap manisnya yang sudah mulai dingin. “Sudah lama aku tak menikmati makan siang seindah ini,” ucapnya pelan, suaranya lembut tapi terdengar dalam. “Bukan karena tempatnya, tapi karena orang yang duduk di hadapanku.” Lucas tersenyum samar. “Kalau begitu, aku harus sering-sering menculikmu keluar dari rumah.” “Culik dengan bunga dan coklat?” sahut Allysa dengan nada menggoda. “Tidak. Dengan ciuman,” balas Lucas datar, namun matanya menatapnya penuh makna. Allysa tersenyum tipis, pipinya memerah samar. Untuk beberapa menit, mereka menikmati suasana damai yang jarang datang. Hanya

