File demi file berpindah dari chip kecil ke dalam sistem komputer utama milik Lucas. Cahaya layar memantul di matanya yang tajam, sementara suara klik mouse dan dengung halus CPU memenuhi ruangan. Allysa berdiri di sampingnya, kedua tangannya meremas jemari sendiri, menahan resah. “Semua sudah tersalin,” ucap Lucas akhirnya, suara rendahnya menembus hening. Ia menatap bar progres yang menunjukkan salinan telah selesai seratus persen. Allysa menghela napas panjang, tapi tetap menatap layar itu dengan mata cemas. “Lucas … jangan lakukan sesuatu yang terburu-buru. Mereka pasti sudah memperhatikan setiap gerakmu.” Ia menatapnya, lembut tapi tegas. “Kalau kau gegabah, semua ini bisa hilang begitu saja. Dan aku tidak mau kehilanganmu … lagi.” Lucas menoleh, menatap wajah istrinya yang tampak

