Bab 32. Camillia Tertangkap

1215 Kata

Marco menarik napas panjang, wajahnya mengeras. “Bawa dia ke markas,” perintahnya dingin. Dua anak buahnya segera meraih lengan Camillia yang masih berdarah di betis. Wanita itu meringis, namun bukannya menyerah, bibirnya justru melengkung menyeringai penuh ejekan. “Lucu sekali.” Suaranya serak, tapi tetap menusuk. “Lucas pasti sedang menjerit-jerit di dalam ruangan itu sekarang. Allysa … sebentar lagi akan menyusul Kendrick. Hanya masalah waktu sebelum racun itu menghabisinya.” Ucapan itu bagaikan bara api yang menyulut d**a Marco. Rahangnya mengeras, matanya berkilat. Tanpa pikir panjang, tinjunya melayang keras ke wajah Camillia. BUGH! Wanita itu terhuyung, bibirnya pecah, darah mengalir dari sudutnya. Namun yang paling membuat Marco ingin menghancurkan kepalanya saat itu juga adal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN