Penthouse malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Aurora sudah pulang lebih awal atas permintaan Baby. Ia bilang ingin sendiri. Padahal hatinya berisik, gelisah, liar, seperti ada sesuatu dalam dirinya yang terus menuntut keluar. Dress tidurnya terlalu tipis. Tapi ia tidak ingin mengenakan apa pun selain itu. Lalu bel berbunyi. Baby berdiri terpaku. Dan saat pintu terbuka... di sanalah Reigan. Dengan setelan gelap, kemeja tak dikancing sepenuhnya, dan pandangan mata yang tak bisa disembunyikan, resah dan haus. Tanpa banyak kata, mereka hanya saling menatap lama dan dalam. "Aku harus lihat kamu malam ini," bisik Reigan akhirnya, suaranya berat. Baby melangkah mundur perlahan, membiarkannya masuk. Lalu menutup pintu di belakang mereka. Jantungnya sudah berdetak terlalu kencang. Ta

