Sekarang, Storm sedang merebahkan tubuhnya dalam posisi telentang dan dengan bantal yang dilemparkan ke wajahnya tadi, yang sudah menyangga belakang kepalanya. Ia menghela napas dengan sangat panjang, karena masih tidak percaya, akhirnya ia tidak sampai diusir dari sini. Sudah putus asa sekali. Sudah berpikir, bila Alice tidak sudi untuk tidur di satu kamar dengannya. Tetapi syukurlah. Alice masih memberikan ia kesempatan. Kalau tidak, ia pasti sudah menjadi gila sekarang. Begini sekali, hubungannya bersama Alice sekarang. Padahal, tidak apa-apa kan, bila hanya berdekatan. Kenapa harus menjauh, disaat ia yang sedang butuh tempat untuk berkeluh kesah. Tetapi, mungkin memang yang seperti ini , yang membuat Alice setidaknya merasa nyaman. Masih mau tinggal bersama pun sudah syukur. Sekarang,

