Alice menghela napas dan nampak tidak mempedulikan keberadaan Storm di sana. Ia tetap memakan makanannya, ya walaupun itu semua Storm yang bawakan. Tidak apalah. Makanan kan untuk dimakan, bukan hanya untuk sekedar dilihat saja. Alice sibuk mengunyah. Sementara Storm hanya diam saja, sambil memandanginya terus menerus. Storm menunggu Alice selesai dengan sarapannya dan setelah sarapan Alice selesaikan, ia malah terlihat sibuk merapikan semua bekas makanan, setelah itu juga. Ia membawa satu kantung plastik, yang berisi minuman serbuk, yang biasanya ia jajakan setiap harinya. "Hey, kamu mau kemana??" tanya Storm sembari menatap Alice, yang sedang menenteng bungkusan, yang lumayan besar di tangan kanannya. "Berjualan," ucap Alice, yang sudah hendak keluar dari dalam kamar. Namun, Storm yan

