Usaha yang Keras

1428 Kata

Sore harinya. Alice kembali merapikan semua barang-barang, yang sudah menemaninya seharian ini. Dengan hembusan napas sampai berkali-kali. Bahkan juga, dengan sambil memegangi pinggangnya. Padahal, sudah ada yang siap sedia membantu, tapi Alice tolak semua upayanya dan mengerjakannya seorang diri. Kini, ia pun berjalan pulang sambil memegangi pinggangnya, yang serasa mau copot ini. Lelaki yang berada di belakangnya itupun sudah sampai berbicara dengan panjang lebar. Namun, tetap tidak Alice hiraukan. Ia lakukan semua hal yang biasanya ia lakukan seorang diri. Tanpa menganggap orang yang berada di belakang tubuhnya itu ada. Sudah mulai membiasakan diri untuk hidup seorang diri, tapi malah kembali lagi, untuk memberinya harapan. Tidak tahu harapan itu semu ataukah benar-benar nyata. Yang j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN