"Kamu tenang saja ya? Ayah akan menegur mereka semua. Kamu tidak perlu lagi khawatir. Ayah akan memperingatkan mereka, supaya mereka tidak menyulitkan kamu di sini," ucap Alexander sembari mengusap-usap lengan Alice, ketika keduanya sudah tidak saling mendekap. Alice menghela napas dan mengangguk. Rasanya lega sekali. Seperti beban berat dipundaknya telah ia singkirkan. Tidak peduli mau ditegur ataupun tidak, karena yang ada di pikirannya sekarang, ia sudah tidak sendirian lagi. Ada orang yang mendukungnya dan berdiri di belakangnya. "Oh iya, lalu tentang suami kamu...," "Em, ayah baru pulang kan? Pasti capek. Ayah istirahat dulu saja. Ganti baju dulu. Alice masak banyak tadi. Ayah harus coba masakkan Alice!" serunya cepat-cepat. Ia malas sekali, bila harus membahas lelaki yang tidak p

