Suara semprotan parfum menyapa indra pendengaran wanita, yang sejak sore tadi terlelap dengan pulas sekali di dalam kamar ini. Kelopak mata yang semula tertutup dengan rapat, kini terbuka dengan dengan perlahan, hingga memperlihatkan dua iris mata yang berwarna keabu-abuan. Iris mata itu bergerak ke sana kemari dan terhenti, pada sebuah jam yang berada di atas sebuah meja kecil. "Hah? Sudah jam delapan??" ucapnya terkejut sembari bangun dari atas kasur dan sambil menggosok-gosok matanya. "Mbak? Mbak sudah mau berangkat?" tanya Alice. "Iya nih," ucap Laras sembari menebalkan bedaknya lagi. "Oh ya sudah. Alice pindah deh," ucapnya yang bangun dengan tubuh yang lemas dan juga sempoyongan. Masih mengantuk dan akan lanjut tidur di kamarnya sendiri saja. "Mau tidur lagi di sini juga nggak

