Bab 210. Ketahuan Bohong

2031 Kata

Kehilangan itu nyata. Mau tidak mau mereka mulai belajar ikhlas atas kepergian opanya. Entah akan sampai kapan rumah megah yang biasa penuh derai tawa itu akan kembali seperti semula. Sedang para penghuninya masih meraba mencoba mencari pegangan, setelah orang tercintanya tak ada di sana. Yang lain mungkin lebih bisa tegar, tapi tidak dengan Nes. Tidak ada lagi tingkah manjanya. Mendadak jadi pendiam dan lebih sering melamun di tempat biasa dia menemani opanya. Kamarnya dibiarkan kosong. Sejak hari itu dia tidur bersama omanya. Bantal, selimut, dan baju terakhir opanya tidak boleh disentuh siapapun. Yang lebih membuat mereka miris, tiap hari sepulang sekolah Nes akan mampir ke makam menjenguk opanya. Sopir bilang dia akan diam memeluk pusara dan duduk termenung, lalu baru beranjak pulang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN